Ini bukan gathering biasa. Ketika lebih dari 180 jiwa berkumpul—melalui Zoom, layar YouTube, dan ruang hadir yang sama—pada malam 14 Nisan 5786, ada sesuatu yang terasa berbeda: inilah divine appointment. Sebuah perjumpaan yang Tuhan sendiri rancang, di tengah waktu ilahi yang tidak pernah salah langkah.
"Ini bukan sekadar tradisi—ini adalah waktu Tuhan. Waktu untuk kembali, untuk berkumpul, dan untuk bersatu sebagai satu keluarga yang dipanggil dengan nama."
Sekitar 100 peserta bergabung via Zoom, didampingi tim Praise and Worship onsite bersama 50 orang yang hadir langsung, serta 37 jiwa lainnya menyaksikan lewat YouTube. Meski terpisah jarak, suasananya justru terasa menyatu—tidak ada batas kota, pulau, bahkan negara. Semuanya seperti duduk dalam satu ruang yang sama, sebagai satu keluarga.
Melalui pesan yang disampaikan oleh Ps. Hanny Setiawan, satu seruan bergema dengan jelas: ini adalah waktunya Indonesia untuk regroup dan bersatu. Rencana Tuhan bagi Indonesia sudah dekat—tidak ada yang bisa menghentikannya, dan semuanya sedang dipersiapkan.
Tuhan sedang mempersiapkan global gathering di Jepang, menggerakkan Asia—termasuk Indonesia—untuk mengambil posisinya. Ketika Malaysia dan Jepang sudah "dipicu", Indonesia dipanggil untuk hadir, mendampingi, dan bahkan melahirkan sesuatu yang baru dari Tuhan, khususnya bagi bangsa Jepang.
Passover menjadi panggilan nyata: berkumpul sebagai keluarga, melepaskan segala keterikatan, dan mengalami pembebasan.
Seperti yang tertulis dalam Keluaran 13:18, Tuhan memimpin bani Israel keluar bukan sebagai pengungsi—tetapi sebagai pasukan yang bersenjata. Hari ini, Tuhan sedang melakukan hal yang sama bagi kita. Sebuah pergeseran identitas yang nyata tengah terjadi:
Seperti keluarga Yakub—70 jiwa yang bertumbuh menjadi ratusan ribu—hari ini Tuhan sedang membangun keluarga Indonesia menjadi satu kesatuan yang siap. Kita bukan lagi "budak"—kita adalah anak dan pasukan Tuhan.
Dalam momen yang mengharukan, doa dinaikkan bersama dari seluruh penjuru nusantara. Indonesia Prayer Tower menjadi pusat yang menghubungkan surga dan bumi.
Indonesia sedang memasuki fase penting dalam sejarahnya—sebuah musim crossing over menuju warisan ilahi. Tuhan sedang membangkitkan kekuatan dari dalam anak-anak-Nya dan menempatkan mereka pada posisi strategis, bahkan hingga ke bangsa-bangsa.
Jangan menatap goncangan. Arahkan pandangan ke tanah perjanjian. Dari kutuk menjadi berkat. Dari kematian menjadi kehidupan.
Selama 50 hari ke depan menuju Shavuot, kita dipanggil untuk meresponi: